Kesetaraan Gender dalam Kimia sebagai Implementasi SDGs Poin 5 di Kelas
Salah satu pilar utama dalam Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan oleh PBB adalah mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan serta anak perempuan, yang dikenal sebagai Goal 5. Pendidikan, khususnya dalam mata pelajaran kimia, memegang peran penting dalam mendorong transformasi sosial ini dengan mengubah pandangan masyarakat dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua individu.
Profil Ilmuwan Perempuan dalam Kimia
Ketika berbicara tentang wanita
dalam bidang kimia, sering kali kita bertanya, "Berapa banyak wanita
ilmuwan yang Anda kenal?" website Compound Chem’s Women in Chemistry
infografis dapat menjadi titik awal yang bagus untuk mengeksplorasi ini.
Sebagai contoh, ketika siswa berusia 14-16 tahun diperkenalkan dengan
nanokimia, mereka dapat meneliti dan menyusun profil singkat tentang Paula
Hammond. Hammond adalah peneliti yang memfokuskan penelitiannya pada
pengembangan polimer skala nano untuk penghantaran obat dan aplikasi lainnya.
Kisah Sukses Ilmuwan Perempuan
Mengaitkan wajah manusia
dengan ilmu pengetahuan dan menceritakan kisah-kisah tentang pencapaian para
ilmuwan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi siswa. Misalnya,
saat mengajar tentang kesehatan, penyakit, dan vaksinasi, guru dapat
menggambarkan peran Dame Sarah Gilbert dalam pengembangan vaksin Astra Zeneca
Covid-19. Kisah sukses Gilbert, yang sekarang dihargai dengan boneka Barbie
khusus, memberikan inspirasi kepada siswa bahwa perempuan mampu berkontribusi
secara signifikan dalam dunia ilmu pengetahuan.
Meningkatkan Representasi Ilmuwan Perempuan
Tidak dapat dipungkiri bahwa
ilmuwan perempuan masih belum sepenuhnya diakui dalam dunia sains. Meskipun
banyak ilmuwan perempuan yang memiliki kontribusi besar, beberapa di antaranya
bahkan belum dikenal luas hingga meraih penghargaan bergengsi seperti Hadiah
Nobel. Namun, berkat upaya dari individu seperti fisikawan Jess Wade dan proyek
kolaboratif dalam website WikiProject Women scientists, persepsi ini
mulai berubah. Guru kimia dapat berperan aktif dalam mengenalkan siswa terhadap
kontribusi para ilmuwan perempuan, baik yang telah meninggal maupun yang masih
aktif, dalam dunia sains.
Mengintegrasikan SDGs Poin 5 dalam Pengajaran Kimia
1. Mempromosikan Kesadaran
Guru dapat mengadakan sesi diskusi atau presentasi mengenai
ilmuwan perempuan terkemuka dalam kimia untuk meningkatkan kesadaran siswa akan
kontribusi mereka.
2. Menggunakan Sumber Edukasi yang Relevan
Infografis, video, dan artikel tentang ilmuwan perempuan
dalam kimia dapat digunakan sebagai sumber belajar tambahan untuk menarik minat
siswa.
3. Diskusi Kelas
Diskusikan tentang tantangan yang dihadapi oleh ilmuwan
perempuan di masa lalu dan sekarang, serta bagaimana siswa dapat membantu
menciptakan lingkungan yang inklusif di masa depan.
4. Proyek Penelitian
Siswa dapat diberi tugas untuk melakukan penelitian tentang
ilmuwan perempuan dalam kimia dan menyajikannya dalam bentuk presentasi atau
laporan.
Mengintegrasikan prinsip-prinsip
kesetaraan gender dalam pengajaran kimia bukan hanya tentang memberikan
inspirasi kepada siswa, tetapi juga tentang mengubah pandangan mereka tentang
sains dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan memperkenalkan siswa pada
kehidupan dan karya ilmuwan perempuan dalam kimia, guru dapat memberikan
gambaran yang lebih nyata dan inklusif tentang dunia sains kepada siswa, serta
mendorong mereka untuk menjadi bagian dari perubahan positif menuju kesetaraan
gender.
by :
Nisa Bestiani (K3321051)
Nurul Kartika Sari (K3321053)

Komentar
Posting Komentar